Ada yang bilang aku begitu beruntung, sudah sekolah hingga S2 dan bekerja sebagai Pegawai Negeri, masih single dengan pekerjaan dan penghasilan yang cukup baik. Aku hanya bisa mengatakan: Puji Tuhan atas semua itu, aku menyadari semua yang aku dapatkan dan jalani sekarang adalah atas karunia Tuhan.
Ada juga yang prihatin dengan hidupku. Hidup sudah mapan, wajah lumayan, namun belum berkeluarga. Ada yang menilaiku karena terlalu memilih. It's okey...
Aku mau menguraikan satu per-satu tentang hidupku:
Aku memang belum berkeluarga, aku tidak mengalami pusingnya orang yang berkeluarga, aku hanya bisa berempati dengan teman-teman yang curhat tentang rumah tangganya. Mulai dari hubungan dengan mertua yang kurang harmonis, sampai bertengkar dengan suami gara-gara masalah sepele.
Aku tidak merasakan pusingnya seorang ibu mengatur keuangan dalam rumah tangganya, yang aku alami adalah pusing dengan pos-pos tetapku per-bulan, dan berusaha mencukupkan diri dengan yang ada.
Aku tidak mengalami langsung pusingnya mengurus suami dan anak-anak. Yang aku alami hanyalah ribetnya menghadapi adik laki-lakiku yang kadang-kadang bikin senewen. Kata teman-temanku, kurang lebih begitulah mengurus suami yang kadang banyak maunya.
Anak-anak aku tidak punya, tapi yang kurasakan adalah betapa repotnya saat mengemong 2 orang keponakanku, serta ikut heboh saat si sulung bermasalah di sekolahnya. Deg-deg-an juga melandaku saat membimbing 2 orang perempuan adik KTB ku yang beranjak remaja dengan segala tantangan hidup yang ada yang makin tidak mudah.
Banyak hal yang orang alami & rasakan tapi aku tidak mengalami & merasakan. Sebaliknya, ada banyak yang aku alami & rasakan, tapi orang lain tidak mengalami dan merasakan.
Apakah Tuhan tidak adil???
Coba aku cek dulu...
Pada suatu ketika, aku berlibur ke Belitung & sempat membuat foto underwater di sana. Ternyata teman-temanku yang sudah menikah berkomentar, "aduh senangnya yaaa..." hmm...aku lalu berpikir, oh ternyata dia tertarik dan mungkin menginginkan ada dalam posisiku.
Lain lagi dengan diriku yang mobile bebas pergi kemana-mana, ada yang komentar (teman yang sudah menikah juga): "pergi-pergi terus, enak yaaa..." waooo...ternyata kehidupan single-ku menjadi sorotan orang-orang yang sudah menikah yaaa... Terasa sangat tidak sinkron atau relevan dengan ungkapan "cepet-cepet aja nyusul married yaaa...." karena ternyata ada bagian-bagian dalam hidupku yang sepertinya sangat mereka (teman-teman yang sudah menikah) inginkan.
Dalam hal ini aku hanya menyimpulkan: ada bagian pada orang menikah yang sangat diinginkan orang lajang, sebaliknya ada bagian pada orang lajang yang sangat dirindukan orang menikah.
Aku bukannya tidak ingin menikah, kalau melihat ada keluarga yang selalu bersama-sama, rasanya ingin seperti mereka. Kalau ada masalah yang cukup penting, ingin rasanya punya teman berbagi segalanya.
Tapi ketika mendengar cerita teman-teman yang pernikahannya "gagal", rasanya mata ini semakin "belo" untuk menemukan laki-laki yang bersedia bersama-sama, dalam susah-senang, dalam keadaan kaya-miskin, dalam keadaan sehat-sakit, sampai maut memisahkan; sebagaimana janji nikah Kristen yang sering kuikuti.
Orang bilang sudah telat nikah-lah, it's okay...aku hanya mau bilang: sejak aku kenal Yesus, hidupku padaNya, aku menyerahkan kepercayaanku dalam hal apapun padaNya. Aku tau bukan masalah besar bagi Dia untuk mempertemukanku dengan seseorang yang mau menerimaku apa adanya. Hanya saja, entahlah apa yang menjadi rencanaNya, hingga saat ini aku belum bertemu dengan sosok itu.
Aku malah berpikiran hal lain, apakah Tuhan memang menghendakiku untuk tidak menikah demi tujuanNya? Sebagaimana Ia memilih Maria sebagai Ibu Yesus. Itulah kedaulatanNya, Ia memilih yang Ia mau...
Kalau kurenungkan hidupku saat ini, aku hanya mau bilang...what a lucky person I am...banyak hal yang membuatku merasa happy tiap-tiap hari...orang-orang di sekelilingku yang bisa membuatku tersenyum dan tertawa karena ulah-ulah lucu mereka. Kehidupan single-ku memungkinkanku mencapai dan melakukan banyak hal dalam hidupku. Bahkan saat ini aku tidak ragu-ragu lagi bilang: aku ingin mencapai mimpiku menjadi penulis & trainer. "Semoga Tuhan memeluk mimpiku ini..." AMIN.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar